bahagia dengan berbagi

Flash of Genius

Pernahkah Anda bertanya bahwa wiper alias kipas kaca di mobil Anda ternyata menyimpan cerita heroik? Bagi yang sudah, berarti seguru seilmu tidak boleh saling menganggu,hehe. Bagi yang belum kubawakan cerita ini untuk Anda.

Adalah Dr Robert Kearns penemunya. Berbeda dengan Thomas Alfa Edison yang membutuhkan seribu kali percobaan untuk menemukan bola lampu, Dr Kearns tidak butuh waktu lama menemukan Wiper yang bekerja otomatis. Namun ia membutuhkan waktu 12 tahun berjuang mendapatkan pengakuan sebagai penemu.

Sekitar tahun 1941, wiper bekerja secara manual, artinya harus menggunakan tangan supaya bisa membersihkan kaca dari terpaan hujan. Berawal dari hujan deras mengguyur bumi, Dr. Kearns sedang berada di mobilnya. Saat itu muncullah apa yang disebut sebagai Flash of Genius, semacam kilatan ide atau ilham yang membuat seseorang tercetus menemukan sesuatu. Ia berpikir, alangkah baiknya jika wiper bekerja seperti kelopak mata, yakni bekerja spontan membersihkan bola mata tanpa diperintah otak.

Yang paling heroik dari kisah ini adalah perjuangan Dr Kearns mempertahankan kebenaran, ketika hak ciptanya dicuri oleh Ford Motor Company, perusahaan otomotif terbesar saat itu. Dan laiknya sebuah perjuangan, penderitaan pun harus ia terima. Mulai dari dirawat RS Jiwa sampai harus ditinggalkan oleh istri dan 6 orang anaknya. Bahkan ia tetap bergeming ketika Ford menawarkan “uang damai”,mulai dari 250.000 dolar, 1juta bahkan 30 juta dolar!!! Alasannya cuma satu, bahwa perjuangannya semata-mata untuk mencari kebenaran, bukan karena uang. Dan Flash of Genius itulah kebenarannya. Luar biasa!

Pada akhirnya perjuangan itu pun berbuah manis. Ford kalah dan harus membayar ganti rugi 18 juta dolar plus sejumlah royalti.

Sikap teguh pendirian dalam membela kebenaran, inilah yang ditempuh oleh Dr Kearns dan pantas kita teladani. Zaman sekarang sangat sulit mencari manusia seperti ini. Betapa banyak orang-orang yang tidak tahan menderita karena perjuangannya dan akhirnya menyerah. Namun lebih banyak lagi kita melihat orang yang menjual murah perjuangannya demi uang dan kekuasaan.

Setiap perjuangan dalam menegakkan kebenaran pasti berbuah manis. Masalahnya banyak manusia yang tidak sabar dalam – mengutip Emha Ainun Nadjib- menggembalakan proses itu. Banyak yang kecewa dan saling menyalahkan. Banyak yang angkat tangan lalu berdiam di rumah. Banyak yang “melacurkan” diri dan berbalik melawan kebenaran itu. Pertanyaannya adalah,”Siapa lagi yang akan berjuang kalau bukan orang-orang sadar akan perjuangan itu?”.

Jadi, marilah kita menjadi pejuang kebenaran di sepanjang hayat kita, dimana pun kita berada dan apapun profesi kita. Maka bersiap-siaplah dengan buah manis yang pasti akan kita petik. Wallahua’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: