bahagia dengan berbagi

 

 

 

 

Oleh : Prof. Dr.KH. Didin Hafidhuddin

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menghiasi dirinya dengan ketakwaan kepada Allah maka ia akan hidup dengan penuh keyakinan dan kekuatan. Ia pun akan berjalan di muka bumi ini dengan penuh ketenangan dan kedamaian.” (HR. Abu Nu’aim dr Ali bin Abi Thalib).

Setiap orang, terlebih lagi seorang Muslim, pasti akan selalu mendambakan ketenangan dan  kedamaian dalam hidupnya, apa pun posisi, jabatan, kedudukan, profesi, dan keahliannya.

Tentu yang dimaksud dengan ketenangan dan kedamaian ini, bukanlah dalam arti yang pasif, tidak pernah berhadapan dengan problematika kehidupan.

Mustahil ada orang yang tidak punya masalah. Sebab, berhadapan dengan masalah dan tantangan merupakan sunatullah dalam kehidupan (sunnatullah fil hayah).

Bahkan, dalam perspektif Alquran, kesuksesan dan keberhasilan (kemudahan) itu hanyalah akan diraih ketika  seseorang mampu mengatasi kesulitan/tantangan dan memecahkannya dengan sebaik-baiknya.

Sadarilah bahwa  sesungguhnya kesulitan dan kemudahan ibarat 2 sisi pada  1 koin (mata uang) yang kedua2nya tidak bisa dipisahkan.

Perhatikan firman-Nya dalam Surah Al-Insyirah ayat 5-6 :

“Krn sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

Sabda Rasulullah SAW pada  tweet sblm2nya menjelaskan bahwa keyakinan, kekuatan, ketenangan, dan kedamaian dalam mengatasi berbagai macam masalah kehidupan hanyalah akan diraih manakala takwa dijadikan sebagai hiasan hidup

Dalam pengertian hati-hati di dalam ucapan ataupun tindakan, di samping kepatuhan kepada ketentuan Allah SWT.

Dalam QS 49: 13, Allah menyatakan bahwa sebaik-baiknya orang yang ada di antara umat manusia adalah orang yang paling takwa.

Dalam ayat lainnya Allah berfirman, “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik yang demikian itu adalah sebagian dari tanda2 kekuasaan Allah, mudah2an mereka selalu ingat.” (QS. Al-A’raf: 26).

Orang  yang takwa adalah orang yang selalu memikirkan apa yang akan diucapkan dan dilakukannya tidak sembarangan dan tidak asal2an.

Tidak ada niat sama sekali untuk melakukan kejahatan yang merugikan orang lain, terlebih lagi merugikan masyarakat & bangsa secara luas.

Orang yang menjadikan takwa sebagai  hiasan hidupnya tidak mungkin mengkhianati jabatannya dengan memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi.

 

Karena, jabatan diyakininya sebagai amanah yang akan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, bangsa, & terutama kepada Allah SWT.

Dan apabila hal ini sudah masuk ke dalam struktur berpikir dan bertindak seseorang, ia akan mendapatkan ketenangan dan kedamaian yang sesungguhnya di dunia ini & insya Allah di akhirat nanti.

Demikian kultwit tentang takwa sebaga Hiasan Hidup. Semoga kita semua dapat menjadi pribadi yang bertakwa. Amin.

Wallahua’lam bish shawwab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: