bahagia dengan berbagi

Tentang Kebebasan

 

 

 

Kebebasan itu tidak terikat kecuali dengan prinsip-prinsip  syariat dan tidak terbingkai kecuali dengan nilai2 agama

Lantas apa jadinya jika dengan alasan kebebasan,orang bicara seenaknya tentang agama dengan alasan ijtihad?

Apakah setiap orang yang baru belajar agama,baca buku ini-itu,ikut seminar bisa menjelma jadi mujtahid?

Seperti orang awam yang belajar penyakit dari buku/internet, ketika saudanya sakit dia diagnosis dan obati sendiri

Kalau pun diagnosisnya benar – dan kemungkinan ini kecil- dia telah membuat kekeliruan besar

Sebab untuk tahu diagnosis dia harus tahu ilmu dasar kedokteran seperti anatomi,fisiologi,patologi dsb

Dan tahu sendiri yang terjadi jika diagnosisnya salah. Alih-alih tambah sehat,bisa-bisa saudaranya itu bertambah sakitnya

Jadi,kasus Irshad Manji itu sama seperti perumpaan tadi. Tak salah jika sebagian umat islam meradang

Juga terhadap pemikiran anak-anak  JIL. Mencoba genit melawan arus utama dengan alasan kebebasan ijtihad

Pertanyaannya adalah seberapa banyakkah anggota jaringannya yang layak berpredikat mujtahid?

Apakah berbagai pernyataan ulil,guntur,saidiman dan sukro layak disebut  hasil ijtihad? Mereka  mujtahid?

Sesuai hukum kausalitas,tak heran jika muncul akun-akun  bersikap vis a vis dengan mereka

Kata pepatah; siapa menanam,dia menuai. Tangan mencincang, bahu memikul.

Buya Hamka di buku Tasawuf Moderen ; Orang-orang  yang berteriak-teriak  kebebasan tanpa batas itu akan dipenjara oleh kebebasan itu sendiri

Wallahualam

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: