bahagia dengan berbagi

Dilema

 

 

 

Perawat : ” Dok, pasien di kamar 121 semakin sesak”.
Dokter : ” Sudah diberikan oksigen?”
Perawat : ” Sudah, tapi kelihatannya tidak membantu”.
Dokter : “Baik, saya akan periksa ke kamarnya”.
………………………………
Dokter : ” Assalamualaikum”
Ibu Pasien : “Waalaikumsalam, silakan dok..”
Dokter : “Terima kasih, saya periksa dulu ya?”
Pasien :(sambil ngos-ngosan)”Hhhh…”tolong saya dok. Napas saya sesak sekali..”
Dokter :”Tenang ya Dek, dokter periksa dulu. Insyaallah sebentar lagi sesaknya hilang..”
Pasien : “Uhuk…uhuk…cepat ya dok? Saya sudah tidak kuat..”
………………………………
Dokter : ” Ibu,kelihatannya anak ibu harus cuci darah lagi?”
Ibu Pasien : (Mimik kecewa)”Cuci darah lagi dok?”
Dokter : “Iya buk,paru-parunya sudah kerendam cairan lagi,terus hasil pemeriksaan darah Ureum dan kreatininnya sudah meningkat lagi”.
Ibu Pasien : “Bukannya 3 hari yang lalu sudah dicuci dok? Kok bisa naik lagi?”
Dokter : “Maaf Bu, memang kondisi ginjal anak Ibu mengharuskan untuk Cuci Darah secara rutin”.
Ibu pasien : (mata berkaca-kaca) :”Ya Allah…cuci darah rutin? Dari mana kami mendapat biayanya? Selama 3 bulan ini saya keluar masuk Rumah sakit. Sedangkan untuk pengobatan, terakhir saya sudah menjual perhiasan bekas pernikahan kami dulu. Sudah habis semua harta kami dok”.
Dokter : “Mungkin ibu bisa mengurus surat keterangan tidak mampu supaya bisa mendapatkan fasilitas cuci arah secara gratis”.
Ibu Pasien : (mulai menangis terisak) “Saya sudah berusaha Dok, tapi saya selalu dipersulit mendapatkannya. Saya ini orang bodoh dan tak lulus sekolah,jadi tidak mengerti mengurus yang begituan”.
Dokter : “Mungkin bisa dibantu oleh suami ibu mengurusnya”.
Ibu Pasien : (semakin terisak) “Suami saya sudah lama meninggalkan kami sejak kelahiran anak yang ketiga. Sampai sekarang saya tidak tahu keberadaannya. Untuk menyambung hidup saya jualan kecil-kecilan di depan rumah”.
Pasien : “Ibu….napas Ani sesak sekali…”
Ibu Pasien : “Iya Nak, sebentar ya? Ibu lagi bicara dengan dokter..”
Pasien : “Bu..Ani sudah ga ku..uhuk…uhuk…”
……………………………….
Ibu Pasien : (masih menangis) “Maaf dok, bagaimana kalau anak saya tidak dicuci?”
Dokter : “Maaf bu,mungkin berbahaya bagi keselamatan jiwanya”.
Ibu Pasien : (Sambil menatap anaknya yang terbaring lemah)”Saya terpaksa melakukannya dok,karena saya masih punya dua anak yang masih kecil-kecil. Saya harus memilih..Saya sudah tidak punya apa-apa lagi…”
………………………………
Dokter : (menghela napas panjang)”Bu,kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi,mungkin ibu harus tanda tangan surat penolakan tindakan”.
Ibu Pasien : “Baik dok, maafkan saya..”
Dokter : “Saya juga minta maaf jika banyak kekurangan kami”.
(Dokter pun keluar kamar, namun sayup-sayup ia mendengar tangisan si Ibu sambil berkata,”Maafkan ibumu Nak..”)
……………………………….
Perawat : ” Dok, pasien gagal ginjal semalam meninggal..”
Dokter :”Innalillaahi wa inna ialihi rojiuun”
Perawat :”Subhanallah dok,saya lihat sendiri betapa pasiennya meninggal dengan tenang dan seolah tersenyum. Ibunya saya lihat juga sabar sekali,sepanjang malam tak henti-henti membisiki anaknya dengan nama Allah. Kelihatan ikhlas melepas kepergian anaknya..
Dokter : (Tidak berkomentar,matanya berkaca-kaca dan dalam hati mendoakan semoga inilah takdir terbaik yang diberikan Allah SWT kepada keluarga ini)

(Inspired by true story)

Comments on: "Dilema" (1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: