bahagia dengan berbagi

 

 

 

 

Muhammad Zuhri, lahir di Kudus tahun 1939, menyelesaikan pendidikannya di SGB Negeri Pati. Kalau mendiang Moeslim Abdurrahman terkenal sebagai sosok Muhammadiyah yang NU, maka Pak Muh –demikian beliau akrab disapa- adalah Muhammadiyah yang Sufi. Berikut beberapa sajak beliau yang terkumpul dalam Qasidah Cinta :

 

Ramadhan

 

Tetes lapar haus

Menata ritma huruf

Mengungkap makna

Tak terjamah mata

Bulan putih

Kekal di dada

 

Kabutlah Lorong Kehidupan Ini

 

Kabutlah lorong kehidupan ini

dan duka obornya

 

Kabutlah lorong kehidupan ini

dan diam rambu-rambunya

 

Kabutlah lorong kehidupan ini

dan lapar kudanya

 

Kabutlah lorong  kehidupan ini

dan sendiri penempuhnya

 

Dengan NamaMu

 

Dengan namaMu

Tinggikan langitku

Supaya semerbak taman mawarMu

 

Dengan namaMu

Lepaskan cakrawalaku

Supaya jauh terbang burungMu

 

Dengan namaMu

Putihkan kabutku

Supaya lega napas bukitMu

 

Dengan namaMu

Alirkan telagaku

Supaya hijau warna sawahMu

 

Dengan namaMu

Sujudkan jiwaku

Supaya merah nyala apiMu

 

Hampa

 

Siapa berselubung

Tanpa Dia dibaliknya

Bagai batu ditinggalkan beratnya

 

Siapa mandiri

Tanpa Aku di dalamnya

Bagai udara kehilangan ruangnya

 

Siapa berbicara

Tanpa Engkau di depannya

Bagai sungai tanpa samodera

 

Senyum Musa

 

Jika kata-kata punya sayap,

Diam punya darah dan syaraf

 

Bila bicara punya matahari,

Diam lebih dalam dan misteri

 

Lihat!

Firaun mulai benci matahari

Rupanya sadar tahtanya tak abadi

 

Diam-diam Musa tersenyum,

Menjelang paginya yang ranum

 

Maut dan Hidup

 

Ketika tanaman bungaku tiba-tiba layu

karena air hujan yang menggenang

Seorang tukang kebun menyarankan :

Alirkan airnya!

Dan saksikan!

Akan segera tegak batangnya.

 

Mawar

 

Mawar!

Ajari aku mengolah tanah hitam dan air limbah

menjadi rona merah padam

yang membuat matahari tersenyum manis di wajahmu

 

Mawar!

Ajari aku memeras batang, duri, daun dan ranting

menjadi aroma segar meruang

yang membuat bumi berkenan istirahat di kelopakmu

 

Mawar!

Aku Cuma mampu menjagamu dari mulut kambing,

ulat tanaman dan kekeringan

Alangkah kecilnya diriku di depanmu.

 

***

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: