bahagia dengan berbagi

 

 

 

 

 

Pesan dari Timur ; Tulip dari Sinai

Di bawah kuasaNya dunia ini bergantung | Segala makhluk dicipta buat menaati perintahNya

Matahari sendiri tak lebih hanya tanda | Dari sujud yang lama di kening hari

Mataku dahaga sekali melihatMU | Namun akal menutupi wajahMu dariku

Keasyikanku bercampur cemas.O betapa | Kau mau melecut  siksa dalam jiwaku

Jika pengetahuan kau cari, jadilah dua jiwa | Tambahi keraguanmu, susutkan kepastianmu

Jika tindakan kau maui, ragu kurangi, yakinlah | Jiwamu satu dan pribadimu satu semata

Hidup selalu mengungkap diri lewat jalan baru | Tak pernah ia berpuas pada satu bentuk campuran

Dalam dirimu tiada kilatan api jika hari ini mu | Cuma salinan dari hari-hari kemarinmu

Dari kolam ada dan tiada bebaskan dirimu|Di dunia yg penuh kemungkinan ini

Bangunlah Ka’bah suci dlm dirimu | Sebagai rumah Ibrahim yg abadi

Pertunjukan yang mempesona, Tuhan, adalah duniamu | Semua hal kelihatan mabuk oleh cawan anggur yang sama

Mata begitu karib dengan mata. Namun hati dari hati | Dan jiwa dari jiwa terpisah oleh sebuah dinding

Iskandar berkata dengan tepat kepada Khaidir | Menyelamlah ke dalam laut hidupmu yang bertopan

Dan kejarlah gelombang. Mengapa melihat dari pantai? | Menceburlah, matilah dan jadilah lebih hidup

Kau matahari, aku planet yang berputar | MengitariMu, diterangi penglihatanMu …

Terpisah dariMu adalah derita bagiku | Kau Buku, aku cuma sebagian darinya

Otakku si kafir kaku yang tertutup selimut | Mencipta dan memuja berhala bikinannya…

Namun, lihat! Betapa hatiku meratap cintakan Tuhan | Dan tak dibingungkan oleh kesaksianku

Nafas kita ombak yang berhamburan dari lautNya | Nafas-Nya seruling yang merangkai musik dalam jiwa

Dengan keagunganMu kauberi DiriMu tirai | Tak dapat kautanggung pandang asyik kami..

Arus sungaiMu dalam pembuluh darah adalah anggur lezat | Namun jalan Mu teramat mengawan dan jauh

Cari Dia dan akan kaulihat dirimu jua | Cari dirimu, akan kaujumpai Dia ternyata

Kau adalah makna perintah Tuhan, “Kun!” | Satu-satunya petunjuk ke rahasia Wujud

Yang kukagumi adalah keberanian manusia | Yang melihat Tuhan dalam cahaya Dirinya

Laut  tak lebih tua dari ombak dan buihnya..

***

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: