bahagia dengan berbagi

Sadar atau tidak, tim sukses Jokowi-Ahok telahberhasil menggunakan strategi Sun Tzu dalam Pilgub DKI; yakni “Lukai diri sendiri”, untuk mengelabui musuh. Dalam konteks pilkada tentu saja untuk mendapatkan simpati.

Isu SARA dalam putaran kedua ini berkembang menjadi bola liar. Siapa yang diuntungkan? Menurut saya adalah Jokowo Ahok. Karena merekalah dalam posisi terlukai. Terzalimi. Bahkan seorang Rhoma Irama yang sedang ceramah di Masjid pun terkena imbasnya. Bayangkan jika di semua rumah  ibadah ada Panwaslu, bisa jadi banyak ustad dan pendeta dituduh SARA.

Bagaimana dengan PKS?

Menjelang keputusan mendukung siapa, PKS seolah dalam posisi dilematis. Jika memilih Foke seakan memilih orang yang terbukti gagal pimpin jakarta. Apalagi saat ini sudah dihembuskan pula isu tentang “uang mahar”. Meskipun sudah dibantah habis-habisan oleh para petingginya. Sedangkan memilih Jokowi akan meresahkan sebagian besar konstituen yang mayoritas umat Islam, kenapa memilih pemimpin non muslim meski pada posisi cawagub. Belum lagi tentang isu cukong dan Prabowo di belakang Jokowi.

Bagi PKS tak terlalu penting menurutku siapa yang menang di putaran kedua.Yang harus dipikirkan adalah dampak pilihan nanti terhadap soliditas kader dan citra partai menjelang Pemilu 2014.

Karena apa yang terjadi di Jakarta, punya imbas ke daerah. Masih ingat kontroversi Fahri Hamzah tentang pembubaran KPK? Isu tersebut kebanyakan membuat kader-kader daerah kelimpungan menangkis pertanyaan sampai hujatan masyarakat. Namun sebaliknya, ketika PKS tegas menolak kenaikan BBM, kader-kader banyak terima ucapan selamat.

Sehingga pilihan nanti harus super cermat dan cerdas. Jangan sampai membuat PKS menjadi seperti yang dikatakan pepatah; menang jadi arang, kalah jadi abu.

Menurut saya PKS bisa pakai strategi Sun Tzu dalam Pilgub ini. Sun Tzu mengatakan, jika medan pertempuran sudah dikuasai musuh,ciptakan medan sendiri. Artinya jika ada dua pilihan, kenapa harus dipaksakan memilih salah satu? Kenapa tidak dipikirkan pilihan ketiga?

Karena tidak memilih adalah pilihan juga.

Dan seperti strategi Sun Tzu pula, ada kalanya pasukan itu mundur sejenak. Untuk menghimpun kekuatan menghadapi pertempuran berikut.

Wallau’alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: