bahagia dengan berbagi

Kemarau

 

 

 

Matahari tepat di ubun-ubun kepala

lapisan ozon lensa cembungnya

hingga darahku bergolak

otakku menggelegak

 

Tiba-tiba kau berkata,

jika kemarau meradang

mari bujuk matahari untuk sembunyi

lalu kita kumpulkan awan

sembari merayu hujan

 

Terik mencekik leher

menambah dahaga para pejalan

di gurun gersang

Jangan kawatir, katamu

oase menunggu kita di ujung sajadah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: