bahagia dengan berbagi

 

 

 

 

 

Oleh : Ustad Jafar Sodiq Al Hafidz

Bagaimana supaya kita bahagia dalam naungan Quran?  Salah satunya adalah dengan meyakini bahwa Al Quran adalah rezki terbesar yang diberikan Allah swt kepada manusia.

Jika Al Quran adalah rezki, tentu dlm sehari kita tdk mau melewatkan menikmati rezki itu. Maka kenikmatan hidup akan berkurang jika sehari saja tidak membaca Quran.

Allah sangat senang kepada orang-orang yang berusaha membaguskan bacaannya.

Ya Allah jadikanlah Al Quran sebagai “musim semi” dalam hati kami, doa Rasulullah saw. Dalam hadits lain ;  Jika kalian melewati taman surga maka berhentilah! Nikmati hidangan taman itu! Dan taman surga itu adalah kumpulan zikir (termasuk didalamnya Al Quran),  kata Nabi SAW. Pada diri seorang Muslim itu terdapat warisan yang luar biasa dibandingkan apapun warisan di muka bumi. Dialah Al Quran

 

Orang yang bahagia dengan Quran tidak akan pernah jenuh dan bosan meski membacanya berulang-ulang. Karena setiap dibaca lagi, Quran akan memberikan sesuatu yang baru. Seperti ungkapan ini ; Al Quran adalah lautan tak bertepi.

Jika Al Quran dianggap rezki, tentu kita mendambakannya dan berusaha mendapatkannya.

Jika diibaratkan Al Quran sebagai taman/kebun dan kita sebagai petaninya, tentu berharap panen yg baik.  Langkah pertama tentunya memilih benih yang unggul. Benih yang unggui tersebut adalah keimanan. Keimanan mendahului Quran.

Suatu benih bisa tumbuh subur pada tanah yang subur. Itulah dia “qolbu”. Qolbu itu senantiasa harus dibersihkan. Salah satunya dengan istighfar. Rasulullah saw yang dijamin masuk surga minimal beristighfar 100x dalam sehari.

Tanaman yang baik harus disirami. Itulah dengan bacaan Al Quran. Sehingga petani akan menghasilkan panen yang menjanjikan.

Dalam berinteraksi dengan Al Quran ada dua hal yang harus kita jalankan. Yakni Kasroh dan Mukabadah. Kasroh artinya banyak,atinya jumlah bacaan harus kita usahakan sebnyak mungkin. Tentunya dengan memperhatikan tajwid dan tahsinnya.  Mukabadah artinya sampai kelelahan.  Sahabat Rasulullah saw saking mukabadahnya dalam membaca Quran, sampai mengikat tubuhnya ke tiang masjid supaya tidak terjatuh.

Jika kedua itu djalankan maka menghasilkan generasi yang kokoh. Karena semakin banyak yang kita berikan pada Quran, semakin banyak pula yang diberikan Quran kepada kita.

Wallahualam

Disarikan dari ceramah  “Bahagia di bawah naungan Quran”, Ust Jafar Sodiq Al Hafidz di Purwakarta 12 – 8 – 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: