bahagia dengan berbagi

Traveling ke Pulau Tidung

Melalui adik saya yang sekantor dengan pemilik  travel, maka liburan  ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu,  yang sempat tertunda 1 tahun terwujud. Alhamdulillah.

Kamis, 23 Agustus. Selesai sholat subuh saya, istri dan tiga anak kami berangkat dari Depok menuju Muara Angke Jakarta Utara. Kami minta tolong diantar saudara karena belum tahu rute kesana. Sedangkan pihak travel sudah wanti-wanti jangan sampai terlambat. Kapal terakhir ke Pulau Tidung jam 7.30,katanya.

Sekitar jam 6.30 kami tiba di Dermaga Muara Angke. Tak disangka ternyata sudah bejibun orang-orang seperti kami. Dan ketika masuk pelabuhan ternyata ada yang menyewakan jasa parkir kendaraan untuk menginap. Tarifnya sekitar 50.000 semalam. Dan kami pun masuklah ke kapal.

Kapal yang menuju ke Pulau Tidung adalah kapal motor kayu yang sederhana. Jangan bayangkan seperti kapal pesiar deh.hehehe. Kalau kamu pernah melihat kapal pencari suaka ya..mirip-mirip gitu lah. Kira-kira jumlah penumpangnya 100 orang. Maka carilah posisi enak disana. Karena perjalanan dari Muara Angke ke pulau Tidung ditempuh dalam waktu 2,5 – 3 jam. Dengan ayunan ombak ditambah bau mesin kapal, kamu yang tidak kuat pastilah mabok laut. Seperti penumpang yang dekat dengan kami, satu keluarga oeek oeek semua hehehe

Kapal Penyeberangan dari Muara Angke

Harga karcis kapal adalah 33.000 untuk dewasa. Dan anak-anak tidak dihitung. Beda dengan karcis pesawat. Jadi kalau yang punya anak 11 pun gak masalah hehe. Tapi bagi yang sudah travel, tinggal menyebutkan nama agennya saja, tak perlu bayar lagi. Sudah include dengan penginapan, makan, guide,kapal dan sepeda selama disana. Kami memakai jasa Highlander Backpacker. Dengan tarif 320rb satu orang. Setahu saya travel memilki paket-paket tertentu. Makin besar jumlahnya makin murah biaya per orangnya.

Akhirnya sampailah kami ke  Pulau Tidung. Di sana sudah menunggu agen kami dan dia memperkenalkan kami dengan guide. Langsung kami dibawa ke penginapan. Jangan bayangkan di Pulau Tidung ada hotel atau cottage mewah seperti Bali. Disini  penginapan adalah rumah-rumah penduduk yang disulap jadi penginapan. Tapi cukup nyaman kok. Air bagus (meski rada asin) dan rata2 ber  AC. Untuk sinyal HP, Indosat, Telkomsel dan XL oke. Cuma layanan Blackberry rada ngadat disini.

Pulau Tidung nan menawan

Nah buat kamu yang tidak mau repot apalagi baru pertama, saya sarankan pakai jasa travel saja. Sebab ada beberapa pengunjung yang saya lihat mondar-mandir nanya penginapan yang kosong. Kan capek juga,setelah perjalanan yang cukup melelahkan harus pusing-pusing lagi nyari penginapan dan makan. Dan harus diingat, pengunjung ke pulau Tidung terutama saat liburan itu seperti orang estafet. Satu rombongan pergi kemudian datang lagi yang lain. Penuh.

Jembatan Cinta

Maka nikmatilah keindahannya. Anda bisa menikmati sunset dan sunrise, pasir putih, berenang di pantai yang jernih, snorkling, Jembatan Cinta yang menghubungkan Pulau Tidung dengan Pulau Tidung Kecil,wahana permainan air dst. Oh ya untuk snorkling saya sarankan bawa roti atau biskuit. Ternyata ikan-ikan disana doyan makanan tersebut,sehingga mereka berkumpul ketika kita beri makan. Sungguh indah.

Sunset

Snorkling

Hanya saja Pulau Tidung kurang dalam pengelolaan sampahnya. Dimana-mana  banyak sampah berserakan. Saya lihat jumlah tong sampahnya juga sedkit. Sehingga cukup menganggu pemandangan. Ini harus diperhatikan betul oleh Pemda. Jangan sampai ke depan nasib Pulau Tidung seperti Pulau Bidadari kehilangan keindahannya karena tumpukan sampah.

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: