bahagia dengan berbagi

Kawin tak Sampai

Bagai halilintar di siang hari,begitulah Rosmaniar ketika mendengar vonis Dokter tentang penyakit di kepalanya. Jantungnya berdegup kencang,mukanya menjadi pucat dan sekujur tubuhnya serasa tiada ketika Dokter berkata,”Hasil CT Scan positif Ibu terkena kanker otak.”

“Ya Allah!”,Darwin sang suami yang duduk di samping Rosmaniar menarik napas panjang sambil mengelus mukanya dengan kedua terlapak tangan.

“Secara teori kanker ini tidak bisa diobati, kalau dioperasi juga sulit, karena letaknya terlalu dalam dekat batang otak”,kata dokter melanjutkan penjelasannya.

“Lalu apa yang harus kami lakukan Dokter?”,tanya Darwin.

“Bapak Ibu, ini semua ujian dari Allah,kami sendiri minta maaf tidak bisa melakukan apa-apa lagi”..

Darwin semakin gusar. Dilihatnya Rosmaniar semakin terisak, tak mampu berjkata-kata..

“Baik Dokter,terima kasih atas penjelasannya”,Darwin berdiri sambil merangkul dan memapah Rosmaniar meninggalkan ruang praktik . Sesampai di mobil,Darwin minta ijin ke Rosmaniar untuk kembali ke ruang praktik karena HPnya tertinggal.

“Maaf Dokter saya bertanya lagi”

“Silakan Pak”..

“Kira-kira istri saya bertahan berapa lama Dokter?”

“Hmmm…berdasarkan penelitian terbaru,pasien seperti Bu Rosmaniar paling lama bertahan 6 bulan lagi”..

“6 Bulan? ….Ba..baik Dokter,terima kasih”…

Darwin membalikkan badan. Aneh,mukanya yang tadi gusar sekarang terlihat biasa saja,bahkan sedikit senyum tersungging di ujung bibirnya.

Pernikahan Darwin dan Rosmaniar tahun ini memasuki usia ke 15. Selama itu rumah tangga mereka berjalan cukup harmonis,kalaupun ada pertengkaran hanya sekadar bunga-bunga berkeluarga. Dari sisi ekonomi mereka termasuk berkecukupan. Meski hanya tamatan STM, tapi Darwin sukses mengembangkan usaha bengkel motornya hingga memiliki cabang di berbagai tempat. Bahkan satu tahun belakangan usahanya merambah ke Dealer motor.

Tak heran jika Pemilu lalu banyak partai politik merayunya untuk menjadi calon legislatif. Alhasil dia menjadi anggota DPRD dari partai yang sedang naik daun. Tak sampai di situ karir politiknya langsung melejit dengan menduduki jabatan sebagai ketua fraksi.

Hanya satu hal yang belium lengkap dalam hidup Darwin ;yakni anak. Selama 15 tahun menikah,rumah mereka yang luas dan mewah itu sepi dari tangis dan tawa anak kecil. Sudah berbagai cara dan upaya dilakukan. Mulai dari cara medis sampai kepada paranormal. Dokter kandungan mengatakan mereka berdua subur. Maka dicobalah program kehamilan,mulai dari suntik hormon sampai bayi tabung. Paranormal mengatakan bahwa ada orang lain yang tidak senang dengan mereka sehingaa “mengirim sesuatu” yang bisa mencegah kehamilan Rosmaniar. Maka mereka pun melakukan beberapa ritual. Namun semua gagal.

Hingga 3 bulan terakhir Rosmaniar merasa sering sakit kepala. Awalnya disangka hanya sakit kepala biasa,maka dimakanlah obat-obatan warung. Ternyata lama kelamaan obat warung tidak mempan. Akhirnya mereka berobat ke dokter spesialis. Sama seperti obat warung, awalnya sakit kepala bisa teratasi,namun lama kelamaan tidak mempan bahkan Rosmaniar merasakan nyeri di perut setiap selesai memakan obat. Akhirnya dokter menyarankan untuk dilakukan CT Scan kepala.

Sepanjang perjalanan pulang dari RS tak henti-hentinya Rosmaniar menangis. Sebagai orang awam kesehatan ia sangat ketakutan dengan vonis tersebut. Ia membayangkan hidupnya sudah tinggal menghitung hari. Darwin berusaha menenangkan istrinya meski dalam hatinya terbersit gembira.

Sebagai seorang politisi Darwin sudah terbiasa bermuka dua. Senyum kecil yang tersungging di bibirnya tadi memiliki arti khusus. Lalu apa arti senyum Darwin?

Semua sejawatnya di Dewan paham belaka bahwa 1 tahun ini Darwin menjalani hubungan spasial dengan Santy,staf pribadinya. Santy adalah wujud kesempurnaan fisik wanita. Tubuhnya yang sintal,paras cantik dan berkulit putih pula. Tak heran Darwin bisa berpaling dari Rosmaniar yang sebetulnya adalah mantan kembang di desanya. Tak satupun yang tahu sudah sejauh mana hubungan mereka. Dari gosip yang beredar hubungan mereka sudah terlalu jauh bahkan ada yang mengatakan Darwin sudah kawin siri dengan Santy. Manakah yang benar? Mungkin hanya Darwin, Santy dan Tuhan yang tahu.

Dengan adanya vonis tersebut,sudah terbayang oleh Darwin bahwa ia akan bisa memiilki Santy tanpa ada lagi yang menghalangi.Selama ini ia tidak berani berterus terang karena tidak tega kepada Rosmaniar.Walau bagaimanapun ia tidak berani membuat Rosmaniar kecewa atau sedih jika harus minta izin menikah lagi.

“Engkau harus menikah lagi Darwin! walaupun harus menceraikan Rosmaniar. Aku sudah tua,jangan sampai aku berkalng tanah tanpa sempat menimang cucu”,desak Ibunya berkali-kali.
“Maaf Bundo,aku tak mungkin menceraikan Ros”,..begitu jawabannya ketika berulangkali ditanya.

Hari berganti. Sudah empat bulan sejak vonis dokter. Kondisi Rosmaniar semakin lemah. Tubuhnya semakin pucat dan kurus. Kondisi mentalnya sangat depresi sehingga makan tak semangat, tidur pun tak nyenyak. Di lain pihak Darwin tetap menjalani hidup seperti biasa.Di rumah dengan sabar ia merawat Rosmaniar namun di luar jalinan cintanya dengan Santy semakin lekat.

Hingga suatu hari, ketika pulang studi banding dari Jogjakarta selama 1 minggu, Darwin sedikit terkejut ketika yang menyambutnya bukan hanya Pak Edi,supir pribadi mereka seperti biasa,namun ada juga Rosmaniar di Bandara. Dilihatnya ada perubahan di wajah istrinya itu. Wajah yang biasanya pucat kuyu,sekarang berdarah kembali, membersitkan kegembiraan teramat sangat.

“Uda,Ros punya kejutan untukmu”

“Apa itu Dik?”

“Ini,Uda bacalah!”,kata Rosmaniar sambil menyerahkan amplop dengan kop Rumah Sakit.

Dengan jantung berdegup dan tangan sedikit gemetar dibukanya amplop tersebut, isinya ;

Kepada Yth Ny Rosmaniar
di Tempat
Kami atas nama RS mohon maaf sebesar-besarnya atas kelalaian kami. Hasil CT Scan yang dibacakan waktu itu ternyata punya pasien orang lain.Tertukar saat pencucian. Sedangkan hasil CT Scan Ibu menunjukkan tidak ada kanker di otak melainkan suatu Aneurisma Serebral, yakni semacam pelebaran pembuluh darah di otak. Atas kelalaian ini kami bersedia menanggung beban operasi hingga Ibu sembuh total….

Deg! Halilintar itu menyambar Darwin. Kali ini Darwin tidak bisa menyembunyikan peraannya. Tak berapa lama halilintar yang mengelegar tadi dususul langit gelap dan hujan badai, ketika masuk sebuah sms dari Santy, yang isinya ;

Sayang…tahun depan kita jadi kawin kan? Tadi santy periksa ke Dokter Kandungan, katanya Santy positif dua bulan..Jadi ya? Awas loh kalau ga? Love You.. Mmmmuaaahhh….

****

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: