bahagia dengan berbagi

Pagi #6

pagi mendung

 

 

 

 

 

Pagi telah mencuri hening dari seorang gelandangan yang pulas di emperan sebuah toko

 

“Wahai sang Fajar, kenapa kau renggut satu-satunya kemewahanku?

aku ingin malam tetap berjalan

agar dapat kurebahkan duka lara ini di pangkuannya

tapi penjaga toko segera mengusirku dengan tatapan seperti ketika ia melihat kotoran”

 

Dia pun melangkah

pergi mengais sisa-sisa malam yang mungkin masih ada di tong sampah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: