bahagia dengan berbagi

Kang Aher Si Urang Sunda

aher

Ijinkanlah saya sedikit bicara SARA. Saya sendiri bukan Urang Sunda, tapi sudah 16 tahun hidup di tanah Parahiyangan. Sebagai dokter saya sudah sering bertemu dengan berbagai lapisan masyarakat. Mulai perkotaan sampai ke pelosok desa.

Ada satu sifat yang dimiliki Urang Sunda pada umumnya. Dan ini sangat menarik saya. Yakni sikap rendah hati. Urang Sunda yang saya  kenal, teman—teman saya bergaul di organisasi  kemahasiswaan rata-rata seperti ini. Ketika menjadi ketua Senat Mahasiswa dulu terkadang saya, dengan latar belakang Sumatera ini sering geregetan dengan sikap rendah hati beberapa kawan. Namun disinilah terkadang muncul kekuatannya.

Dalam beberapa debat Pilgub Jabar yang saya saksikan  banyak serangan yang ditujukan kepada Kang Aher. Sebagai incumbent adalah wajar. Yang menarik menurut saya adalah penyikapan beliau. Tak ada nada emosi dalam menjawab serangan-serangan calon lain. Selalu tersenyum. Ini menunjukkan sikap yang sudah menjadi karakter beliau. Kalaupun ada nada sedikit tegas adalah ketika beliau mengoreksi data-data yang salah. Tapi tetap, setelah itu senyum.

Ketika ada selebaran berisi fitnahan yang memojokkan pribadi, beliau menanggapinya dengan tenang. Bahkan di akun twitter pribadinya malah mendoakan orang yang menyebarkan supaya mendapat hidayah Tuhan. Sebagai petahana bisa saja beliau berkoordinasi dengan Kapolda untuk mengusut ini. Atau bisa saja beliau memerintahkan partai pengusungnya yang terkenal solid untuk membalas, tapi tidak dilakukan. Malah para pendukungnya disuruh bersabar.

Masyarakat Jawa Barat sangat berbeda dengan Jakarta. Mereka  lebih tenang, tidak suka keributan. Makanya di beberapa Pilkada Bupati saya perhatikan, calon  yang berusaha mengalahkan incumbent dengan cara menyerangnya habis-habisan justru tidak mendapat simpati masyarakat. Bahkan jika serangan itu berdasarkan fakta sekalipun. Apalagi fitnah.

Dalam masyarakat Sunda ada  pepatah “Ulah rumasa gede, tapi kudu gede rumasa”.  Artinya jangan merasa besar, jangan merasa tinggi, jangan sombong. Tapi harus mawas diri, tawadhu dan rendah hati. Mungkin petuah ini mengalir deras dalam darah Kang Aher, putra asli Sukabumi yang kecilnya pernah menjual  gorengan ini. Wallahualam

Comments on: "Kang Aher Si Urang Sunda" (1)

  1. saya pilih nomer 4🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: