bahagia dengan berbagi

kpk

Jagad politik Indonesia di awal 2013 ini geger dengan penetapan tersangka pucuk pimpinan dua partai besar yakni PKS dan Demokrat. Terlepas dari substansi hukumnya, ada hal menarik yang bisa dicermati dari peristiwa ini, yakni persamaan dan perbedaan di antara keduanya. Berikut kita coba urai satu persatu :

Persamaan

  1. Sama-sama ketua umum parpol

Kedudukan LHI sebagai Presiden PKS selevel dengan Anas yang Ketum Demokrat

2. Sama-sama diumumkan oleh Jubir

Baik penetapan LHI maupun Anas sebagai tersangka, “hanya” diumumkan oleh Jubir KPK Johan Budi. Biasanya untuk kasus-kasus besaryang menarik perhatian publik, yang mengumukan adalah salah satu dari pimpinan KPK.

3. Sama-sama “bocor”

Penangkapan LHI sebagai tersangka sebetulnya sudah bocor ke media sehari sebelumnya. Hanya waktu itu belum detail nama yang akan ditangkap. Sedangkan penetapan Anas sendiri sempat heboh dengan adanya kasus Sprindik terhadapnya yang bocor.

4. Sama-sama yakin tidak bersalah

Sikap ini ditunjukkan oleh LHI melalui kata “konspirasi” yang disuarakan Presiden baru PKS Anis Matta. Sedangkan Anas menggunakan bahasa “rekayasa”. Substansinya sama.

5. Sama-sama mundur dari jabatan partai

Baik LHI maupun Anas melepaskan jabatan mereka setelah penetapan tersangka.

Perbedaan

  1. Penahanan

Meski dalam kedudukan yang sama sebagai tersangka, ada perbedaan perlakuan. LHI ditahan kemudian baru diperiksa, sedangkan Anas diperiksa belum apalagi ditahan.

2. Reaksi parpol

PKS memanfaatkan penahanan LHI sebagai momentum mensolidkan kader. Meminjam istilah Anis Matta sebagai “membangunkan macan tidur”. Sedangkan Demokrat sendiri “terpecah” menyikapi Anas. Bahkan sebagian pengurus DPP dan PCnya mengundurkan diri.

3. Reaksi Masyarakat

Banyak tokoh  masyarakat yang menghujat  LHI, padahal statusnya masih  tersangka. Bahkan ada yang mengatakan untuk tidak membawa agama dalam politik. Berbeda dengan Anas yang begitu banyak mendapat simpati dan kunjungan tokoh masyarakat, termasuk ketua MK Mahfud MD.

Demikian persamaan dan perbedaan LHI dan Anas. Masyarakat masih percaya KPK adalah lembaga profesional yang independen. Semoga mereka bisa membuktikan, sebab jika ternyata keduanya tidak terbukti di pengadilan, maka kredibilitas KPK akan hancur. Wallahualam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: