bahagia dengan berbagi

pks macan

 

 

 

Mungkin Anda sering mendengarkan kisah ini ; seekor Monyet yang diuji oleh 3 kekuatan angin yakni angin topan, puting beliung dan sepoi-sepoi. Dan tentunya Anda bisa menebak angin manakah yang bisa menyebabkan si Monyet jatuh. Ya, angin sepoi-sepoi. Kenapa? Karena dua jenis angin sebelumnya justru membuat si Monyet semakin kuat mencengkram pohon. Dan kekuatan itu menahannya untuk tidak jatuh. Beda dengan angin sepoi-sepoi yang melenakan. Akibatnya si Monyet terkantuk, tertidur dan tak sadar tangannya pun lepas. Ia jatuh!

“Peristiwa ini akan menjadi hentakan sejarah yang akan membangunkan macan tidur PKS!” seru Anis Matta dalam orasi pertamanya menjadi Presiden PKS. Dan ini disiarkan langsung oleh 2 stasiun TV nasional ke pelosok tanah air dan ditonton jutaan orang. Termasuk para kader dan simpatisan yang terluka dan terpukul atas penahanan LHI. Kabarnya banyak yang menangis menyaksikan orasi ini. Lalu semua orang bertanya ; Apa yang dimaksud dengan “membangunkan macan tidur PKS”?

Para pengamat umumnya menafsirkan membangunkan macan tidur PKS itu sebagai sebuah ancaman. PKS akan mengamuk membabi buta menyerang orang-orang dianggap berkonspirasi. Bahkan ada yang menyimpulkan PKS akan head to head lawan KPK. Atau PKS akan hengkang dari koalisi dan menarik semua menteri-menterinya. Ternyata mereka kecele.

Menurut saya, yang dimaksud membangunkan macan tidur PKS  adalah suatu kondisi yang bisa disebut zona nyaman. Persis seperti yang dialami monyet tadi ketika mendapatkan angin sepoi-sepoi. Padahal sangat naif di tahun politik ini masih ada yang merasa aman. Semua politisi sangat tahu bahwa Pemilu tahun depan adalah masa tamatnya sunset generation. SBY sudah tidak bisa dicalonkan kembali. Partainya pun sudah turun pamor. Sehingga “wajar” di antara kontestan ini saling intai hingga seperti kata Iwan Fals ; lawan lengah diterjang.

Mungkin ini yang agak lambat disadari oleh PKS. Maka munculah kasus LHI. Kasus ini seperti gabungan angin topan dan puting beliung yang menghantam si Monyet tadi. Tapi alih-alih membuat PKS hancur seperti kata pengamat, malah sebaliknya. Kasus ini ternyata justru membuat kader merapatkan barisan. Bahkan beberapa kader yang sempat “disersi” pun kembali. Di beberapa daerah malah mendapat simpati. Anggota baru bertambah. Saya pernah berbincang dengan seorang pasien yang kebetulan tokoh NU di daerah saya, beliau mengatakan, “apapun saya punya kewajiban membantu PKS memenangkan Kang Aher. Sebab jika kalah, habislah partai Islam”, katanya berapi-api.

Kemenangan Pilgub Jawa Barat – Propinsi terbesar Indonesia-  dan Sumatera Utara – propinsi terbesar Sumatera dengan masyarakat majemuk- menjadi sesuatu yang sangat bermakna bagi PKS. Pertama : Macan yang bernama PKS itu BENAR sudah bangun. Kedua : Kemenangan ini mampu membasuh mental kader yang terluka. Ketiga : Prediksi pengamat yang mengatakan PKS habis, seperti kata Hidayat Nur Wahid, hanya pepesan kosong belaka. Wallahualam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: