bahagia dengan berbagi

Rekening Bank PKS

uang 2

 

 

 

 

 

 

 

“Ah, kami mah tidak goyah dengan berita-berita miring tentang PKS. Soalnya PKS sudah banyak berkorban sih kepada kami”kata ibu-ibu sebuah majelis taklim.

Cerita ini disampaikan langsung oleh ketua ranting PKS di sebuah desa di Purwakarta kepada saya. Ada lagi teman sejawat  yang komentar kepada saya, “Gak mungkin lah PKS kaya gitu. Korupsi apalagi main wanita. Sepertinya ( kasus ) ini sengaja dibuat-buat untuk menjatuhkan PKS”.

Hari ini pemberitaan media tentang kasus LHI tidak seimbang dan cenderung memojokkan PKS. Ada hal yang kurang fair disana. Kita maklum, karena beberapa media mainstream  dimiliki oleh bos-bos parpol. Sehingga produk jurnalistiknya menjadi  tidak objektif dan netral. Sementara PKS tidak punya media besar untuk mengcounter berita tersebut. Pemakaian media sosial seperti twitter dan facebook cukup membantu, tapi tentu tidak bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Menurut saya, salah satu cara efektif untuk mengcounter berita miring tersebut adalah dengan memperbanyak rekening bank. Bukan diisi uang kemudian dipakai money politic. Tapi dengan “emosi”. Menurut Stephen R Covey, rekening bank emosi adalah sebuah metafora yang menggambarkan tingkat kepercayaan dalam interaksi sesama manusia. Jika dalam berinteraksi kita banyak melakukan kebaikan maka rekeningnya bertambah. Jika kita berkhianat, rekeningnya berkurang.

Maka hal inilah yang dapat menjelaskan kenapa ibu-ibu majelis taklim atau sejawat besikap seperti di atas. Tidak perlu sampai berbusa-busa klarifikasi, tidak ada debat ataupun twitwar. Mereka memilih tidak percaya hasutan media yang begitu memekakkan telinga. Kenapa? Karena dalam berinteraksi, kader PKS sudah “kaya” dengan rekening emosi mereka.

Cerita seperti diatas, saya yakin banyak dialami kader di seluruh Indonesia. Salah satu buktinya adalah sampai hari ini saya tidak pernah mendengar orang tua siswa yang mengeluarkan anaknya dari ribuan sekolah ( SD sampai perguruan tinggi ) yang dikelola kader PKS! Ini bukti nyata begitu dahsyatnya pengaruh rekening bank emosi ini.

Terakhir, mari kita renungi Surat Cinta berikut ini :

Dan sesungguhnya telah merugilah orang-orang yang melakukan kezha-liman, dan barangsiapa mengerjakan amal-amal yang shalih dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.” (QS. Thaha: 111-112)

Wallahualam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: