bahagia dengan berbagi

Si Biang Obat

dokter dan pasien

 

 

 

 

 

 

Ada-ada saja kejadian praktik yang membuatku tertawa. Pernah satu kali datang seorang pasien dengan keluahan menwa alias mencret wae. Setelah kuperhatikan statusnya ternyata dia adalah pasien kontrol. Tertulis di situ nama, jenis kelamin laki-laki, umurnya 52 tahun dan beralamat di Pasawahan. Jarak tempuh rumahnya dengan tempat ku praktik sekitar 3 km. Perlu saya jelaskan disini bahwa RS tempat saya praktik berada di sebuah desa dengan jarak 9km dari pusat kota Purwakarta.

Di statusnya kulihat diagnosa adalah hipertensi alias darah tinggi dengan keluhan utama sering sakit kepala. Pertama kali dia datang ditangani oleh sejawatku. Setelah kutanyakan lagi keluhannya saat ini dia menjawab mencret disertai nyeri perut. Sakit kepalanya sudah hilang. Ketika di ukur ooleh perawat tadi tensinya 140/90, artinya untuk seusia dia masih normal. Aku tanya lagi sebelum kejadian ini ia makan apa. Ia menjawab pola makannya sudah sesuai dengan anjuran dokter. RS kami memang menganut konsep Naturopathy yakni sangat memperhatikan diet/ makanan sebagai penyembuh.

Kemudian kutanyakan lagi bagaimana reaksi tubuhnya setelah meminum obat kami. Ia mangatakan setelah dua kali minum obat keluhannya mulai berkurang. Hmmm…aku berpikir lagi kira-kira apa yang membuat dia mencret disertai nyeri perut ini. Sewaktu aku berpikir, tiba-tiba si bapak berkata,” Oia Dok, bapak ingat. Sebelum sakit ini bapak memakan biangnya obat ini”. Biangnya obat? Aku sejenak mengerinyitkan dahi. “Maksud bapak?”, tanyaku. “Iya, biang obat yang bulat-bulat kecil, hitam dan dibungkus kertas putih”. Haaah!!! Aku kaget sekaligus tertawa geli. Rupanya yang dimakan oleh si Bapak adalah bungkusan Silikon. Biasanya ditaruh di dalam bungkusan barang, suplemen atau obat herbal supaya tidak lembab dan jamuran.

Dan itulah yang diminum oleh si pasien sehingga menderita nyeri perut disertai mencret. Ia menyangka itu adalah biangnya obat atawa obat pamungkas karena bentuknya memang beda sendiri dari kapsul lainnya. Hehehe…Aya-aya wae.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: