bahagia dengan berbagi

Bapak dan Rhoma Irama

rhoma

 

Akhirnya tergelitik juga untuk menulis ini. Setelah menyaksikan 1 jam bersama Rhoma Irama di sebuah stasiun TV swasta yang menghadirkan salah satu penggemar berat Bang Haji, yakni Andrea Hirata.

Ayahku pun begitu. Beliau adalah salah seorang fans Bang Haji, sebutan Rhoma, yang setia. Alm ibuku pernah bercerita bahwa sewaktu kecil aku sering ditidurkan dengan lagu-lagu Bang Haji. Baik dinyanyikan sendiri maupun lewat kaset. Dan kebiasaan ini terus kepada 2 orang adikku. Pernah kutanyakan alasan beliau mengidolakan Bang Haji. Ayahku berkat,”Rhoma Irama itu punya prinsip yang teguh, dan ia berdakwah lewat lagu-lagunya”. Hmmm, ayahku memang seorang yang religius karena beliau tamatan Pesantren Thawalib Parabek di Bukittinggi (Kalau tidak salah pesantren ini didirikan oleh ayahnya Buya Hamka).

Hampir setiap film Bang Haji keluar, aku selalu diajak menonton ke bioskop (sepertinya hobi nonton filmku berawal dari sini deh). Waktu itu boleh dikatakan film-film Bang Haji selalu Box office. Biasanya, beberapa saat setelah film keluar, maka keluar juga kasetnya alias original soundtracknya. Dan itu biasanya dicantumkan di koran. Maka hampir setiap hari ayahku melihat koran Sinar Pagi yang jadi langganannya (thanks dad,telah mengajarkanku hobi membaca sejak kecil). Apabila di koran sudah diumumkan bahwa kasetnya keluar, maka ayah akan mengajakku ke toko kaset dua atau tiga hari sesudah pengumuman itu. Maklum, kota kami adalah kota kecil yang jauh dari ibukota. Tak heran jika ayahku memiliki koleksi yang lengkap kaset-kaset Bang Haji.

Kenangan manis yang masih tersimpan dalam benakku adalah ketika Rhoma Irama beserta Soneta grup konser di kota kami. Ayahku yang saat itu bekerja di Pemda bagian Kesra, mendapatkan tiket gratis. Bukan main senangnya hatiku saat itu. Malam harinya ku lihat orang-orang berbondong-bondong datang ke stadion sepakbola dimana konser berlangsung. Yang kuingat saat itu kami mendapatkan tempat yang sangat strategis yakni persis di depan panggung. Sorak sorai pengunjung semakin keras ketika sang Raja naik panggung dengan lagu, kalau tidak salah, Lari Pagi. Kulihat ayah begitu menikmati konser ini. Mungkin sama ketika anak-anak sekarang datang di konser Peterpan, Ungu dsbnya. Aku sendiri waktu itu cukup senang. Karena ada bahan cerita dengan teman-teman di sekolah. Tapi aku sendiri lebih menikmati jajanan beserta selingan lawaknya.

Begitulah ayahku dan idolanya. Sampai saat ini beliau masih mendengarkan lagu-lagu Bang Haji. Meski sekarang tidak lewat kaset.Kata adikku, sekarang Ayahku punya USB yang semuanya berisi lagu-lagu Bang Haji.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: