bahagia dengan berbagi

tjokroaminoto

1. “Sudah sampai dimana hijrah kita, Gus?” tanya HOS #Tjokroaminoto kepada H Agus Salim

2. Pertanyaan ini berulang2 disampaikan #Tjokroaminto. Yang saya hitung 3x kepada H Agus Salim, 2x kepada cermin

3. Entah mantra atau magis apa yang terdapat pada kata Hijrah tersebut, sampai2 ketika di penjara pun #Tjokroaminoto menulisnya di dinding.

4. Menonton Guru Bangsa #Tjokroaminoto seperti belajar kepada The Father of Founding Father Indonesia.

5. Film berdurasi cukup lama, yaitu 2,5 jam. Penonton disuguhi perjalanan hidup #Tjokroaminoto dari awal pernikahannya dgn Suharsikin,anak Bupati Ponorogo.

6. Kegelisahannya melihat nasib pribumi, membuat #Tjokroaminoto yg hidup berkecukupan laiknya Priyayi, hijrah ke Semarang, dan berakhir di Surabaya.

7. Di Surabaya #Tjokroaminoto membangun usaha percetakan, sementara istrinya berjualan batik. Yg fenomenal tentu Rumah Paneleh..

8. Tempat singgah dan kos calon2 pemimpin bangsa seperti Soekarno, Kartosuwiryo,Muso, Tan Malaka, Hamka, Agus Salim dll #Tjokroaminoto

9. Agak banyak fragmen dalam film ini, sehingga penonton yang buta riwayat hidup #Tjokroaminoto akan kesulitan menangkap alurnya.

10. Sinematografi film ini cukup bagus merekam latar tahun 19an awal. Wardrobe ok. Yang main pun tidak diragukan aktingnya #Tjokroaminoto

11. Reza Rahardian ciamik perankan #Tjokroaminoto. Kemudian Christine Hakim, alm Alex Komang (film terakhir?), Ibnu Jamil, Chelsea Islan dll

12. Saya puji tim casting dalam pemilihan Suharsikin istri #Tjokroaminoto (pendatang baru?). Alamiah sekali sebagai wanita priyayi Jawa tempo dulu.

13. Juga ada @sudjiwotedjo sebagai mertua #Tjokroaminto, yg seorang bupati. Dan beberapa pemain bule dgn native speak Belanda. Memperkaya film ini.

14. Di film ini kita bisa menikmati lagu Lir Ilir dan Internasionale. Juga ada lagu Terang Bulan dgn adegan #Tjokroaminoto yg menari bersama istri,anak dan Kusno (Soekarno)

15. Di film #Tjokroaminoto kita jadi tahu tuduhan “memanfaatkan agama utk tujuan politik” kpd umat Islam itu berasal dari penjajah Belanda.

16. Di film #Tjokroaminoto kita jadi tahu bahwa slogan Islam Yes, Partai Islam No itu pertama kali dicetuskan oleh Snock Hurgonye

17. Di film ini kita jadi tahu bahwa #Tjokroaminoto yg semula menggunakan blangkon, beralih pakai peci hadiah dari H Agus Salim.

18. Di film #Tjokroaminoto kita jadi tahu bahwa slogan “sama rata sama rasa” itu dari SI, yg mengilhami Soekarno menemukan ide Marhaenisme.

19. Di film #Tjokroaminoto kita jadi tahu filosofi Batik itu adalah “Basmalah Titik”. Yaitu hidup berawal dari bismillah, mengalir dan berakhir pada titik.

20. Saking populernya bersama SI, #Tjokroaminoto bahkan dianggap sebagai Ratu Adil. Belanda menyebut beliau Raja Tanpa Mahkota.

21. Byk fragmen2 dlm #Tjokroaminoto ini kalau didalami, akan jadi cerita sendiri. Semisal proses “pembangkangan” seorang muridnya yg bernama Semaun.

22. Atau #Tjokroaminoto yg dlm safari politiknya ke cabang2 SI, sering membawa seorang penasihat kerajaan Belanda bidang agama Islam, juniornya Snock H.

23. Saya duga, tdk banyak literatur sejarah yg betul2 mendalami kehidupan #Tjokroaminoto sehingga di film ini terkesan permukaan saja.

24. Terakhir, #Tjokroaminoto menjawab sendiri pertanyaannya tentang hijrah di atas, yaitu “Setinggi2 ilmu, sepandai2 siasat, semurni2 Tauhid”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: